musim tak menentu. hujan turun tak mengenal musim. mungkin hujan pun ingin berkata \\\”saatnya berpuas diri\\\”. banjir adalah refleksi air untuk melihat apakah saat meluap ada manusia yang tak marah dengannya? mustahil berpikir bahwa banjir tak menyusahkan. hujan yang datang pasti tak pernah mengira bahwa akan jadi banjir, bahkan saat turun pun hujan hanya jatuh dengan ikhlas di atas tanah tanpa harus banjir, bukan? lalu, refleksi apa ini?
saat melihat sungai, danau atau laut dimana air melimpah luas, melihat kelapangan membawa kelapangan pula. mungkin, untuk yang suka dengan ruang luas terbuka. melihat air berada pada tempat seharusnya barangkali mengundang sejuk. air mengalir di sungai mengirim bunyi gemericik yang mengalir lambat atau tegas atau tenang. air di danau berdesir menggulung atau beriak lembut atau diam. pun laut. melihat dan merasakan sesuatu pada tempatnya secara alamiah adalah suatu keniscayaan. semestinyalah keadaannya demikian.
kemudian, bagaimana dengan hujan yang turun terus berubah banjir? kesalahan jelas pada manusia. cuma ya kita sering merasa masa bodoh. karena kasih sayang kita tidak sampai disitu. kasih sayang kita memang banyak berbau materi. tetapi sebatas pada barang yang kita sayangi saat masih bagus dan nyaman. setelah barang kita usang dan tak nyaman lagi, kemana kiranya tempat kembalinya. sampah yang menumpuk adalah bukti bahwa memang manusia pilih kasih. habis manis sepah dibuang. saat dibuang banyak sampah tak berada di tempatnya. bukti bahwa kesenangan kita memang hanya pada barang bagus. meskipun sebenarnya, siapa yang mau sayang sampah?
banyak yang menyebabkan banjir terjadi. tetapi sampah adalah salah satu yang menjadi fokus. kenapa? sampah adalah kawan akrab kita, setiap saat kita bersamanya. entah itu tisu, bungkusan makanan, kotak soft drink, bungkus permen, abu rokok, puntung rokok, asap rokok–ini sampah mengudara, dan banyak lain sebagainya. sampah organik utamanya. sampah menjadi masalah, banjir menjadi masalah, pemda yang tak tanggap bencana menjadi masalah. terlalu lama kita berkubang masalah. kapan kita mulai lepas dari masalah dan belajar dari kesalahan. kita individu yang memiliki daya cipta dan kreasi. pada dasarnya itu ada pada kita semua. yang orang pintar bilang, kita ini homo faber. hanya saja jika individu tak dilandasi lagi oleh kasih sayang, compassion, rasanya akan beda.
kasih sayang adalah kesadaran. kesadaran yang kita miliki karena kita tahu mengapa kita menyayangi. kita makan karena makanannya mengundang selera ingin makan meski tak lapar. fakta bahwa manusia menyayangi dirinya maka perlu makan makanan yang sesuai dengan seleranya. yang membuatnya senang saat makan. berbeda dengan makan sebagai kebutuhan tubuh. saat lapar kita makan saja menyesuaikan kebiasaan. dalam artian kasih sayang ini terkontrol. mengapa terkontrol? setiap kita menginginkan sesuatu, sudah tentu menyayanginya. sulitnya, mengontrol kasih sayang pada hal yang tak biasa. bisa-bisa mendatangkan kebosanan atau jengah.
pada saat ditanya, apakah kalian menyayangi sampah??? gila. sampah pake disayang-sayang segala. khawatir ga dengan keadaan banjir ini karena sampah? jawaban menggantung dan sepi. lalu tiba-tiba, khawatiiiiiiiiiir…. lalu, kalau peduli mengapa tak sayang? mata berkedip cuma bisa saling pandang bertanya ke dalam diri. ketika menyadari sesuatu mengancam kita lalu berlomba menjadi relawan kepepet. saran saya, jangan selalu terpepet. itu kesadaran gelembung, sayangnya pada orientasi spasial, sesaat, indikasi ke depan cepat merasa puas. seperti yang saya sebut diatas, habis manis sepah dibuang. atau dengan bijak mari kita sebut dengan habis manis pas dibuang pada tempatnya.
kesadaran adalah ruang dimana kita mengamati kondisi dengan selalu membawa dampaknya kembali pada diri kita. mengalirkan masalah disekitar kita sebagai mata air keheningan. mulai dari diri sendiri, melihat kita sebagai yang susah saat banjir datang. saat susah kita mencari cara menghindari kesulitan. tetapi tak selesai apabila tetap pada kesalahan yang sama. harus ada yang dilakukan. mulai dari hal kecil, membuang sampah pada tempatnya. meski masih sering banjir, ini akibat jangka panjang yang terjadi karena ketidaktanggapan dari masa lalu. jika saat ini kita telah memilih jalan yang tepat maka saat datang kita menuai hasil yang lebih baik. maka dari itu segeralah sadar dan mulai dari sekarang, kata AA Gym
kelak kasih sayang yang kita punya muncul dari hasil perenungan kita dari pembelajaran. menyeimbangkan kasih sayang itu adil. kita menginginkan lingkungan bersih tetapi sampah selalu dicibir dan dipandang sebelah mata karena merusak pemandangan. saatnya menempatkan sampah pada tempatnya dan mengelolahnya dengan tepat. kasih sayang pada diri, kebersihan, persampahan dan kekinian akan berjalan dengan rapi. semoga kasih sayang kita senantiasa pada hal yang membahagiakan… Amin.
last comment